malala

Tips Menikmati Liburan di Sumatra Barat Saat Peak Seasons

Liburan udah di depan mata! Punya rencana jalan-jalan saat liburan lebaran nanti tapi masih ragu-ragu karena dimana-mana ramai? Jangan takut berlibur saat peak season! Kenali dulu yuk situasi peak season di Sumatra Barat dan simak tips berikut agar kamu tetap dapat berlibur dengan hati riang!

Peak season atau yang juga dikenal dengan high season adalah saat-saat teramai wisatawan berkunjung untuk berlibur pada periode tertentu. Di Sumatra Barat, puncak kunjungan ini biasanya terjadi pada saat liburan idul fitri, natal, dan tahun baru. Walaupun bukan musim terbaik untuk melakukan liburan, namun bagi kebanyakan orang peak season bisa jadi merupakan satu-satunya kesempatan untuk berlibur dikarenakan kesibukan dan jatah cuti yang terbatas.

Kali ini, Malala Tours akan membahas tips berlibur saat peak season yang dapat kamu terapkan untuk road trip dan island hopping di Sumatra Barat karena biasanya dua tipe liburan ini yang sangat terpengaruh oleh peak season disini.

#1 Booking dari awal untuk mendapatkan harga terbaik


Photo Courtesy (from left-to-right):
© David Malan/Getty Images | © Dreamstime.com | © Archivosweb.com

Sudah jadi rahasia umum beberapa pelaku pariwisata akan menaikkan harga berkali-kali lipat sewaktu peak season. Mulai dari tiket pesawat, mobil atau bus, kapal, hotel, rumah makan, sampai ke tiket masuk dan parkir sehingga akan turut mempengaruhi harga paket tur kamu. 

Hal ini bisa kamu antisipasi jika jeli melihat peluang. Biasanya, harga terbaik akan kamu dapatkan jika melakukan pembookingan berbulan-bulan sebelumnya. Begitu juga jika kamu menemukan promo pembookingan di awal, mendingan langsung sikat deh! 

Bisa jadi promo tersebut merupakan satu-satunya kesempatan untuk mendapatkan best deals. Jangan pernah berpikir menunda pembookingan untuk menunggu harga turun, karena biasanya harga tersebut justru malah cenderung semakin naik jika pembookingan yang kamu lakukan semakin dekat dengan hari keberangkatan.

#2 Hapus kata “mendadak” dari kamusmu jika ingin berlibur di saat peak season 


Photo Courtesy (from left-to-right):
© Meme Generator | © Pinterest | © Dreamstime.com

Sering kali pembookingan yang dilakukan secara mendadak berujung dengan kekecewaan saat peak season karena alasan: fully-booked atau penuh. Tentu saja karena pada saat peak season orang-orang berbondong-bondong ingin liburan—banyak seat baik itu akomodasi maupun transportasi sudah laris terjual bahkan dari bulan-bulan sebelumnya. 

Maka dari itu, melakukan reservasi dari jauh hari sangat kami rekomendasikan untuk kenyamanan liburan kamu. Sebab, jikapun ada yang masih tersedia biasanya harga yang ditawarkan akan melonjak berkali-kali lipat.

#3 Antisipasi suasana ramai dan antrian panjang


Photo Courtesy (from left-to-right):
Ramainya Jam Gadang saat peak season — © Genta Wade | © Howstuffworks.com | © CNN.com

Memilih untuk berlibur saat peak season artinya kamu sudah sadar dengan konsekuensinya, yaitu tempat wisata yang sudah pasti akan lebih ramai dari hari-hari biasa. Destinasi-destinasi indah yang sudah terkenal biasanya akan dipenuhi oleh lautan manusia. Jalanan yang macet, antrian yang panjang, menunggu lebih lama sudah menjadi hal lumrah jika kamu berlibur ke destinasi-destinasi populer saat peak season. Setidaknya, kamu bisa sedikit mengantisipasi situasi ini dengan cara berangkat lebih awal untuk menghindari kemacetan.

Namun ramainya pengunjung yang memadati tempat wisata adalah hal yang tidak dapat dihindari, sehingga menghabiskan waktu untuk antri dan menunggu tentu saja akan membuat fisik dan juga batin kamu lelah. Maka dari itu, sebelum berlibur kamu harus menpersiapkan kondisi yang prima. Psttt, di Sumatra Barat juga ada minuman energi lezat berkearifan lokal bernama Teh Talua yang tidak boleh kelewatan untuk kamu cicipi lho! Jika memungkinkan, selalu siap sedia juga bekal, camilan, atau air minum cadangan di tas kamu ya.

Sedangkan untuk urusan batin, diperlukan ekstra kesabaran dan hati yang lapang agar liburan kamu kali ini tidak justru malah membuat kamu stres! 

#4 Fleksibel dengan itinerary


Photo Courtesy (from left-to-right):
© Steemit.com | © Getty Images | © Hannahinwanderlust.com

Nah, sudah ada sedikit gambaran bukan tentang bagimana hecticnya situasi berlibur saat peak season?

Situasi ini mau tidak mau memaksa kita untuk menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Bisa saja jarak tempuh yang tadinya memakan 3 jam berubah menjadi 5 jam dikarenakan jalanan ramai dan macet—atau tidak semua tempat bisa kamu kunjungi karena waktu yang tidak mencukupi. Untuk itu jangan terlalu terpaku dengan itinerary yang diberikan dan cukup jadikan itinerary sebagai acuan  saja karena kepastian hanya milik Tuhan semata! 

Nikmati destinasi yang bisa kamu kunjungi semaksimal mungkin. Hirup dulu udara segarnya, selami laut birunya, dan telusuri keeksotisan ragam budaya Minangkabau. Jangan terburu-buru hanya karena memikirkan destinasi lain yang belum dikunjungi, karena yang paling penting itu bukan seberapa banyak tempat yang dikunjungi melainkan kualitas liburan bukan?

#5 Jika memungkinkan, booking tiket pesawat kepulangan dengan jadwal paling malam


Photo Courtesy (from left-to-right):
© Businessinsidersg.com | Penerbangan malam lebih direkomendasikan — © Videoblocks.com | © Jossie Lander/ABC

Situasi peak season yang tidak dapat diprediksi membuat kita harus berpikir selangkah lebih awal untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang dapat terjadi.

Jika kamu berlibur di luar Kota Padang, maka sebaiknya hindari memesan penerbangan pagi atau siang hari jika tidak ingin ditinggal pesawat karena terjebak kemacetan. Saat peak season di Sumatra Barat, Malala Tours merekomendasikan kamu melakukan pemesanan penerbangan paling akhir atau setidaknya penerbangan malam hari.

Jika tidak memungkinkan memesan penerbangan paling akhir, usahakan untuk berangkat beberapa jam lebih awal. Tidak ada salahnya menunggu sedikit lama di bandara daripada harus mengeluarkan biaya ekstra untuk menginap satu malam lagi bukan? 

#6 Bijak memilih jenis paket wisata sesuai kebutuhan


Photo Courtesy (from left-to-right):
Bertemu dengan teman-teman baru
— © Masterfile.com | Open trip lebih ramai — © Malala Tours Trip | Private trip yang personal — © Malala Tours Trip

Pada umumnya terdapat 2 jenis paket wisata yang ditawarkan, yaitu open trip dan private trip. Keduanya tidak terlepas dari keunggulan dan kekurangan masing-masing.

Pada open trip, walaupun sendirian kamu tetap bisa berangkat dengan membayar harga yang murah karena berlaku sistem cost-sharing. Disini kamu akan digabungkan dengan rombongan lain yang bisa kamu jadikan teman-teman baru! Namun, open trip akan terikat pada itinerary atau rundown yang telah ditentukan sehingga kamu tidak bisa leluasa bertindak sesuka hati. Biasanya kejadian tunggu menunggu akan kamu alami pada saat open trip.

Sementara private trip menjadikan perjalanan kamu terasa lebih personal karena tidak bergabung dengan rombongan lain. Misalnya kamu dapat menyewa satu mobil atau kapal yang isinya hanya orang-orang terdekat kamu saja. Kekurangannya tentu saja hal ini akan memakan biaya yang lebih mahal karena biaya private trip akan dihitung sesuai dengan jumlah peserta. Tapi private trip memungkinkan kamu untuk lebih fleksibel dengan jadwal dan itinerary. Kamu bisa menentukan jam keberangkatan dan kepulangan sendiri, atau menentukan tempat-tempat yang ingin dikunjungi sesuka hati.

Kira-kira jenis paket tur yang mana nih yang paling sesuai dengan kebutuhan perjalananmu nanti?

#7 Menambahkan guide khusus atau tour leader


Photo Courtesy (from left-to-right):
Trip-trip dengan guide khusus  © Malala Tours Trip 

Guide khusus adalah layanan yang disediakan oleh Malala Tours agar perjalanan kamu dapat terakomodir dengan lebih baik. Mereka juga berperan sebagai tour leader untuk memastikan semua kebutuhan perjalanan wisata kamu dapat terpenuhi.

Beberapa paket tur di Malala Tours memberdayakan keterlibatan masyarakat lokal dalam penyelenggaraan kegiatan wisata. Mereka memang tidak bekerja sesuai standar operasional tertentu, tapi memiliki cukup pengalaman untuk menjadikan perjalanan kamu menyenangkan. 

Namun situasi di tempat wisata pada saat peak season yang ramai dan padat seringkali tidak dapat kita perkirakan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dibutuhkan penanganan khusus untuk mengakomodir trip kamu oleh yang sudah ahli di bidangnya. 


Kamu tidak perlu menambahkan layanan ini jika sudah sering traveling. Tapi jika kamu tidak familiar dengan situasi di tempat wisata; berlibur bersama keluarga; atau dengan rombongan besar, maka layanan ini sangat kami rekomendasikan untuk kamu manfaatkan pada saat peak season. Untuk menambahkan layanan ini, kamu hanya perlu menambahkan biaya berkisar Rp 150.000,- sampai Rp 250.000,- per tour leader. Cukup terjangkau bukan untuk mendapatkan kepuasan yang maksimal? 

Intinya, berlibur pada saat peak season artinya kamu harus bisa mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan terburuk yang dapat terjadi agar liburan kamu dapat berakhir dengan lebih baik dari yang kamu kira!

Photo Courtesy:
Cover:
© Fadhil Indra
© Malala Tours Trip

Article written by: Reskhi Wyasta Trinanda | 2018