malala

Kelok Sambilan

Kelok Sambilan, jembatan berliku sepanjang 2.7 km yang merupakan penghubung antara Provinsi Sumatra Barat dan Provinsi Riau, adalah bukti bahwa berbagai hal menarik dan memanjakan mata di Sumatra Barat tidak hanya sebatas pantai-pantainya dan gunung-gunungnya. Jika dilihat dari udara, akan nampak “ular aspal” yang didampingi dengan perbukitan hijau yang elok. Kelok Sambilan adalah keterpaduan yang harmonis antara anugrah Sang Pencipta dan kecanggihan desain megakonstruksi buatan manusia. Siapapun yang melewati Kelok Sambilan, akan dibuat kagum oleh estetika desain konstruksi, kekokohan dan pemandangan lembah yang memukau.

Kelok Sambilan pertama dibangun tahun 1932 oleh Pemerintah Kolonial Belanda, dan penamaannya sendiri dikarenakan terdapat sembilan kelokan pada jembatan ini. Pembetonan dan pembangunan jembatan yang akan menghubungkan kelokan tersebut kemudian dimulai pada tahun 2003 dan selesai pada tahun 2013. Kelok Sambilan terletak di sebelah timur Kota Payakumbuh, tepatnya di Jorong Aie Putiah, Nagari Sarilamak, Kabupaten Lima Puluh Kota. Pemandangan alam sepanjang Kelok Sambilan tidak terlepas dari diapitnya Kelok Sambilan oleh dua buah cagar alam, Cagar Alam Air Putih dan Cagar Alam Harau.

Kelok Sambilan tidak hanya dikenal sebagai jalan antar propinsi, namun juga sebagai objek wisata. Apabila Anda melakukan perjalanan darat dan melintas dari Kota Bukittinggi ke Pekanbaru ataupun sebaliknya, Anda dapat berhenti sejenak melepas penat di jembatan ini sambil menikmati pemandangan lembah yang hijau dan menyejukkan. 

Article written by: Arinaldo Habib Pratama | 2014